Sabtu, 19 November 2011

Hidup Adalah Pilihan

Oke Kali ini aku ingin bercerita sebuah kisah, emang sih ngopy, tapi menurutku ini bagus, dan perlu share (biar dibilang nggak pelit, haha ssstt....)


Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab,
” Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!”
Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain. Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya.
Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialamai.Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya padanya,
“Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu.Bagaimana kamu dapat melakukannya? ”
Jerry menjawab, “Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya.. Aku selalu memilih sisi positifnya.”
“Tetapi tidak selalu semudah itu,” protesku.
“Ya, memang begitu,” kata Jerry,
“Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan. Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk.
Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup.”
Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata. Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya.
Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah tersebut. Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab,
“Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku? ”
Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan.
“Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang,” jawab Jerry.
“Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup.”
“Apakah kamu tidak takut?” tanyaku.
Jerry melanjutkan, ” Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata ‘Orang ini akan mati’. Aku tahu aku harus mengambil tindakan.”
“Apa yang kamu lakukan?” tanya saya.
“Disana ada suster gemuk yang bertanya padaku,” kata Jerry.
“Dia bertanya apakah aku punya alergi. ‘Ya’ jawabku.. Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, ‘Peluru!’ Ditengah tertawa mereka aku katakan, ‘ Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati’.”
Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikapnya hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya. Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.

Ini Ceritaku, Apa ceritamu ? :D

Rabu, 16 November 2011

5 Aktivitas Orang Indonesia di Facebook


Jakarta - Sampai sekarang, masyarakat Indonesia masih gandrung Facebook. Hal ini dipertegas dalam survei Nielsen yang mengungkap 91% netizen di Tanah Air mempunyai profil Facebook.

"Aplikasi yang paling banyak digunakan di kalangan pengguna internet mobile pun juga aplikasi Facebook," ungkap Viraj Juthani, Director of Telecom Practice Nielsen di Mayapada Tower, Jakarta, Rabu (15/11/2011).

Dalam hal jumlah pengguna secara global, user Facebook di Tanah Air memang adalah yang terbanyak kedua di dunia. Hanya kalah dari negara asal Facebook, Amerika Serikat.

Lalu, apa saja yang dilakukan orang Indonesia kala mengakses Facebook? Menurut catatan Nielsen, inilah 5 hal yang paling banyak dilakukan user Facebook di Indonesia:

1. Mengirimkan pesan privat pada teman Facebook - 91%
2. Update profil - 91%
3. Menjelajahi konten di profil Facebook orang lain - 86%
4. Update status atau posting sesuatu di wall - 84%
5. Posting foto - 79%

Di sisi lain, pengguna Facebook Indonesia juga banyak yang menyatakan kesukaannya pada suatu produk atau brand. Sebanyak 77% responden menyatakan pernah mengklik tombol like sebagai pernyataan suka pada produk atau organisasi.

Nielsen menggelar survei pada konsumen digital Indonesia di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta. Konsumen digital didefinisikan Nielsen sebagai mereka yang berusia 15 tahun ke atas dan memakai internet dalam 4 minggu di bulan Oktober lalu.

Sumber: http://www.detikinet.com/

Saingi Facebook, Microsoft Bikin Jejaring Sosial?


Jakarta - Setelah Google+, ada jejaring sosial lain yang disebut-sebut ingin menyaingi Facebook. Socl, demikian nama jejaring sosial tersebut, dikembangkan oleh Microsoft dan memiliki struktur yang mirip dengan Google+.

Banyak yang mempertanyakan kebenaran informasi yang bocor ini. Apakah Socl jejaring sosial yang digarap serius untuk diluncurkan, atau hanya proyek desain internal Microsoft Research?

Laporan Slash Gear yang dikutip detikINET, Rabu (16/11/2011) menyebutkan, situs yang beralamat di http://www.socl.com/ tersebut rupanya tidak sengaja terpublikasikan oleh Microsoft Research. Sumber lain menyebutkan, screenshot situs menampilkan deskripsi bahwa Socl adalah sebuah proyek percobaan yang akan dikembangkan lebih lanjut.

"Socl.com adalah proyek desain internal dari salah satu tim riset di Microsoft yang karena sebuah kesalahan, telah terpublikasikan secara tak sengaja. Kami tidak memiliki informasi lebih jauh untuk saat ini," demikian pernyataan resmi Microsoft di situs tersebut.

Keterangan tersebut, beserta screenshot-nya diambil pada saat socl masih dapat dibuka. Kini, alamat tersebut menampilkan pesan error ketika akan diakses. Namun beberapa blog dan situs teknologi sempat mengabadikan 'penampakan' tersebut.

Keterangan lain menyebutkan, proyek tersebut semula bernama Tulalip. Pengguna bisa melakukan sign in menggunakan akun Facebook atau Twitter. Nyatanya, situs tersebut tidak pernah berfungsi. Kabarnya, akan ada pengembangan lebih lanjut terhadap platform tersebut.

Sumber: http://www.detikinet.com

Cara Deteksi Stroke dan Upaya Mencegahnya


Jakarta, Salah satu konsep utama penanganan stroke adalah memberikan pengobatan yang spesifik dalam waktu sesegera mungkin sejak serangan muncul. Masalah yang muncul adalah tidak dikenalinya gejala stroke. Cukup ingat gejala stroke dari kata 'WASPADA' dan hindari dengan 'CEGAH' berikut ini.

Gejala stroke muncul akibat gangguan peredaran darah otak pada bagian otak tertentu. Gejala yang muncul sangat tergantung pada bagian otak yang terkena. Sebanyak 1 diantara 6 orang di seluruh dunia akan terkena stroke dalam hidupnya yang merupakan tema hari stroke sedunia tahun 2011.

Hal ini untuk menggambarkan besarnya permasalahan stroke di seluruh dunia. Stroke merupakan penyebab kematian nomor 1 di Rumah Sakit dari data Departemen Kesehatan RI, dan merupakan penyebab kecacatan utama pula.

Kenali gejala stroke dan bawa segera pasien stroke untuk mendapat pertolongan yang terbaik.

W= Wajah perot
Kelumpuhan saraf wajah merupakan salah satu gejala stroke yang paling sering dilaporkan. Kelumpuhan saraf wajah terjadi akibat gangguan pada saraf kranial nomor 7. Mintalah seseorang yang dicurigai stroke untuk tersenyum, wajah yang asimetri (tidak simetris) mendadak merupakan salah satu pertanda stroke.

A= Anggota gerak lemah
Kelumpuhan anggota gerak mendadak merupakan salah satu gejala stroke. Mintalah seseorang yang dicurigai stroke untuk mengangkat kedua lengannya bersamaan. Bila ada ketinggalan gerak yang sifatnya mendadak, maka hal tersebut adalah gejala stroke.

S= Sensibilitas atau rasa raba terganggu separuh
Gangguan rasa dalam bentuk baal atau kesemutan separuh badan atau salah satu anggota badan yang terjadi mendadak harus dicurigai sebagai gejala stroke. Gangguan rasa bisa dalam bentuk hilang atau kurangnya sensasi sentuh atau rasa kesemutan atau sensasi kesetrum di separuh anggota badan.

P= Pelo atau bicara tidak jelas
Bicara pelo merupakan salah satu gejala utama stroke. Mintalah orang yang dicurigai stroke untuk melafalkan kata-kata dengan huruf r, misalnya: lari-lari di rel kereta api. Bila ada pelo mendadak harus kita curigai sebagai stroke.

A= Afasia atau sukar berkomunikasi
Kehilangan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun non verbal yang terjadi secara mendadak merupakan gejala stroke. Apabila seseorang tiba-tiba tidak bisa bicara atau tidak bisa mengerti isi pembicaraan, maka harus dicurigai sebagai gejala stroke.

D= Disorientasi atau bingung mendadak
Pasien yang bingung mendadak bahkan sampai mengalami penurunan kesadaran harus dicurigai sebagai gejala stroke. Apabila seseorang kehilangan kemampuannya untuk mengenali orang, waktu, dan tempat secara mendadak, maka harus dicurigai sebagai gejala stroke.

A= Apabila ada salah satu gejala diatas segera ke RS
Penanganan stroke adalah berpacu dengan waktu. Apabila ada gejala stroke segeralah minta bantuan yang tepat. Penanganan yang tepat akan memberikan hasil yang baik pula.

Diagnosis patologi (stroke sumbatan atau stroke perdarahan) ditentukan dengan pemeriksaan minimal CT Scan kepala. Penanganan yang baik di awal diharapkan akan membuahkan hasil yang baik pula.

Tips Cegah Stroke

Hari stroke sedunia merupakan suatu hari dengan pesan setiap hari 'Stroke dapat dicegah dan stroke dapat diobati'. Salah satu upaya pencegahan stroke adalah mengendalikan faktor risiko stroke. Berikut ini adalah tips 'CEGAH STROKE'.

C = Cari dan kendalikan faktor risiko stroke
Kenali faktor risiko stroke yang ada pada diri anda. Ada faktor risiko stroke yang tidak dapat dikendalikan dan ada faktor risiko yang dapat dikendalikan. Tanyakan pada diri kita, apakah saya berisiko stroke?

Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan adalah: usia, jenis kelamin, riwayat keluarga stroke dan ras. Faktor risiko yang dapat dikendalikan adalah hipertensi, diabetes, kadar kolesterol darah yang tinggi, merokok, gangguan tidur, dan kegemukan. Temukan faktor risiko yang ada pada Anda dan kendalikanlah.

E = Enyahkan rokok
Merokok terbukti meningkatkan risiko stroke dan gangguan pembuluh darah lainnya 2-3 kali lipat. Hal ini menjadi lebih nyata pada penderita hipertensi dan diabetes. Merokok menimbulkan pengerasan pembuluh darah dan memicu timbunan plak dalam pembuluh darah. Hal ini terbukti bagi perokok aktif maupun pasif.

G = Giat berolahraga
Olahraga teratur yang bersifat aerobik terbukti membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan sensitivitas insulin sehingga terhindar dari diabetes, meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).

Lakukan olahraga yang baik mengandung unsur FITT yaitu: Frekuensi 3-4 kali seminggu, Intensitas ringan sampai sedang, Tipe aerobik, Time (waktu) 15-20 menit per kali olahraga.

A= Awasi tekanan darah
Hipertensi terbukti merupakan faktor risiko stroke yang paling konsisten dan dominan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa 60-80 persen penderita stroke diawali oleh hipertensi. Awasi tekanan darah anda secara teratur.

Seseorang dinyatakan menderita tekanan darah tinggi apabila tekanan darahnya > 140/90 mmHg. Pengobatan tekanan darah tinggi dapat dimulai dengan perubahan pola hidup, yaitu: membatasi konsumsi garam, perbanyak konsumsi buah dan sayur, berhenti merokok dan menurunkan berat badan. Pada kasus-kasus tertentu diberikan pula obat penurun tekanan darah.

H= Hindari stress
Stress terbukti meningkatkan tekanan darah, memperburuk sensitivitas insulin dan merangsang sistem saraf simpatis. Hal ini dapat berujung pada munculnya hipertensi dan diabetes.

Beberapa penelitian mengkonfirmasi bahwa stress akan meningkatkan risiko stroke 2-3 kali lipat. Luangkan waktu anda untuk olahraga ringan, membaca buku, mendengarkan musik dan berkumpul bersama teman.

Lakukanlah pencegahan stroke mulai sekarang. Stroke dapat dicegah bila kita secara dini mengenali faktor risiko stroke dan mengendalikannnya. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Penulis

dr Rizaldy Pinzon MKes, SpS
SMF Saraf dan Stroke Center RS Bethesda Yogyakarta
www.strokebethesda.com

sumber: http://www.detikhealth.com/

Dokter Indonesia Harus Punya Pengetahuan Jamu


Jakarta, Selama ini, pengobatan formal yang diterima di kedokteran Indonesia adalah pengobatan barat. Masih banyak dokter yang canggung atau menolak menggunakan pengobatan tradisional seperti jamu, yang asli Indonesia. Untuk itu, nantinya semua dokter Indonesia harus punya pengetahuan tentang jamu.

UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dalam pasal 48 menyatakan bahwa pemerintah wajib menyediakan pelayanan paripurna yang meliputi 17 pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kesehatan tradisional. Untuk itu, pengetahuan dan keilmuan tentang pelayanan kesehatan tradisional termasuk jamu harus ada pada dunia pendidikan kedokteran dan diajarkan pada calon-calon dokter Indonesia.

"Wakil Menteri Kesehatan yang juga Ketua Umum Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), beliau membaca karena ini amanat UU 36 tahun 2009 tentang kesehatan, maka otomatis pengetahuan dan keilmuan ini harus mengalir ke dalam dunia pendidikan supaya bisa masuk ke pelayanan kesehatan. Karena itu setiap dokter ketika sudah praktik harus punya pilihan, apakah harus ngasih obat atau herbal," jelas dr Abidinsyah Siregar DHSM, MKes, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer Kementerian Kesehatan, disela-sela acara seminar jamu 'Indonesia Cinta Sehat, Saatnya Jamu Berkontribusi' di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (16/11/2011).

Menurut dr Abidin, semakin mahalnya obat-obat konvensional membuat dokter-dokter Indonesia harus bisa memiliki pengetahuan tambahan dan menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan kedokteran modern dan tradisional.

"Kan tidak semua sakit butuh obat, karena obat mahal dan makin mahal, karena import-nya kan sekarang sudah sampai di atas 32 persen, otomatis tidak choice itu. Karena itu, dokter Indonesia harus memiliki pengetahuan yang lebih berkembang, seimbang antara pengetahuan barat dan pengetahuan timur, antara modern dan tradisional," lanjut dr Abidin.

Hingga saat ini, ada beberapa fakultas kedokteran yang sudah menaikkan jumlah SKS untuk ilmu pengetahuan tradisional di dalam pendidikan kedokterannya, seperti FK UNAIR Surabaya, UNDIP Semarang, UGM Yogyakarta, UI Depok, Unhas Makassar, USU Medan.

"Sudah ada yang beinisiatif walaupun baru sampai 2 SKS, tapi itu sudah membuat si dokter ngerti. Jangan sampai ada kesan 'ah nggak ngerti'. Hanya tinggal menambah keahlian tambahan saja," jelas dr Abidin.

Jika dibandingkan dengan negara lain, menurut dr Abidin ada 2 grup ilmu kedokteran. Ada 1 grup yang mendirikan fakultas kedokteran tradisional diluar kedokteran modern, seperti terdapat di China, Korea, Australia, Jerman dan Amerika. Juga ada yang menambahkan pengetahuan tradisional di dalam fakultas kedokteran modern, sehingga dokter keluarannya memiliki 2 ilmu sekaligus.

"Kita baru mulai. Undang-undangnya baru dilaunching tahun 2009, baru dinyatakan formal masuk ke dalam sistem pelayanan kesehatan. Kalau ada jamu yang dijual tentu harus ada pabrik, kalau ada pabrik berarti ada yang mengerjakan, berarti harus ada sekolahnya, maka baru sekarang dimulai.

Nantinya, semua fakultas kedokteran di Indonesia akan diwajibkan memiliki kurikulum tentang pengetahun pengobatan tradisional, termasuk jamu atau herbal.

"Karena itu kita sangat berharap bapak Wakil Menteri Kesehatan yang juga selaku ketua AIPKI, diharapkan beliau mengundang para dekan-dekan se-Indonesia dan mulai mengajak memikirkan hal ini supaya dokter Indonesia tidak canggung lagi menggunakan kekayaan budaya sebagai bagian dari pelayanan kesehatan," tutup dr Abidin.

sumber: http://www.detikhealth.com/

Asam Urat Tinggi Berisiko Kena Diabetes

Jakarta, Orang dengan asam urat (gout) harus memastikan kadar asam uratnya berada pada rentang normal. Meskipun tidak mengalami gejala gangguan rematik yang menyakitkan sekalipun tingginya kadar asam urat bisa berisiko orang terkena diabetes.

"Banyak orang yang memiliki kadar asam urat tidak terkontrol dan telah terbiasa untuk tidak mengkhawatirkan hal tersebut. Apalagi jika tidak menimbulkan gejala," kata Eric Matteson, MD, MPH, kepala Rheumatology di Mayo Clinic, Rochester, Minn seperti dilansir dari WebMD, Senin (14/11/2011).

Tetapi hasil studi baru menunjukkan kadar asam urat yang tinggi dalam darah berkaitan dengan risiko peningkatan diabetes hampir 20 persen dan risiko peningkatan kondisi yang mengarah pada perkembangan penyakit ginjal lebih dari 40 persen.

Asam urat adalah zat kimia yang dapat terbentuk dalam darah dan kadarnya dapat meningkat menjadi lebih tinggi dari normal dan menyebabkan gout. Sedangkan
gout adalah kondisi medis yang biasanya ditandai dengan serangan berulang dari artritis inflamasi akut yang menunjukkan gejala, antara lain kemerahan, nyeri, sendi panas, dan bengkak.

Sendi metatarsal phalangeal di pangkal jempol kaki adalah yang paling sering terkena gout, yaitu pada sekitar 50 persen kasus. Namun, juga dapat muncul berupa tophi, batu ginjal atau urate nephropathy. Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah yang mengkristal dan disimpan dalam sendi, tendon dan jaringan sekitarnya.

Para peneliti meninjau catatan dari sekitar 2.000 orang dengan gout dalam database Veterans Administration. Pada awal penelitian kesemua peserta penelitian tidak menderita diabetes atau penyakit ginjal.

Eswar Krishnan, MD, asisten profesor Rheumatology di Stanford University, telah mempresentasikan hasil penelitian tersebut di pertemuan tahunan American College of Rheumatology.

Selama periode tiga tahun, 9 persen dari laki-laki dengan gout yang memiliki kadar asam urat tidak terkontrol berada pada kondisi yang mengarah pada perkembangan diabetes. Dibandingkan dengan 6 persen dari mereka dengan kadar asam urat yang terkontrol.

Setelah memperhitungkan faktor risiko lain untuk diabetes, ditemukan yang berhubungan dengan risiko diabetes 19 persen lebih tinggi pada mereka dengan kadar asam urat yang tidak terkontrol. Kadar asam urat dalam darah yang lebih tinggi dari angka 7 dianggap tidak terkontrol.

Penelitian kedua dilakukan oleh peneliti yang sama dengan menggunakan database yang sama. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa, lebih dari 3 tahun dengan periode gout pada pria yang memiliki kadar asam urat yang tak terkontrol memiliki risiko 40 persen lebih tinggi untuk penyakit ginjal dibandingkan dengan pria dengan kadar asam urat terkontrol.

Penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa, kadar asam urat yang tidak terkontrol menyebabkan masalah kesehatan tetapi menunjukkan hubungan peningkatan kadar tersebut dengan masalah kesehatan.

"Gout adalah penyakit yang sangat tidak tertangani. Sekarang kita menemukan bahwa kadar asam urat yang tinggi, terkait dengan risiko lebih tinggi untuk serangan jantung, sindrom metabolik, diabetes, bahkan kematian akibat penyakit kardiovaskular," kata Matteson.

"Oleh karena hal tersebut, maka akan dianjurkan untuk melakukan berbagai upaya agar kadar asam urat terkontrol, antara lain melalui diet atau obat-obatan. Hal yang paling penting, menjaga berat badan yang sehat. Karena obesitas merupakan faktor risiko utama untuk semua kondisi tersebut," pungkas Matteson.

sumber: http://www.detikhealth.com/

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites